Ingat Bunga Ingat Rawa Belong

Flash

  • Krisan PT
    Rp. 27500
    Alenda Florist / 09-04-2010
  • Aster PT
    Rp. 25000
    Rizky Florist / 09-04-2010
  • Bunga Papan 3
    Rp. 550000
    New Dahlia Florist / 09-04-2010
  • Bunga Papan 4
    Rp. 60000
    Apple Blossom Florist / 09-04-2010
  • Baby Brad
    Rp. 20000
    Amanda Flora / 09-04-2010
  • Casablanca
    Rp. 13500
    Amanda Flora / 09-04-2010
  • kalla lili
    Rp. 15000
    Andira Rose / 09-04-2010
  • Aster PT
    Rp. 25000
    Fajar Rose / 09-04-2010
  • Casablanca
    Rp. 13500
    Rafafi / 09-04-2010
  • Mawar
    Rp. 15000
    Alam Sari / 09-04-2010

Contact Person


  • Dinas Kelautan Dan Pertanian DKI Jakarta
    drh. Edy Setiarto, MS
    distan.jakarta.go.id
    Kirim Email

  • UPT Pusat Promosi Dan Pemasaran Hasil Pertanian Dan Hasil Hutan
    Ir. M MULYADI
    Jl. Sulaiman No.50
    Kebun Jeruk, JakBar
    Kirim Email

  • Ditjen PPHP Deptan
    Ir. RN. Nurnadiah, MM
    Kirim Email


Hits :

52146

User OnLine :

1

IP Anda :

38.107.191.98

Headline News


[ back ] [ dibaca 229 x ]
STANDARISASI DALAM PELELANGAN
2009-11-25 16:48:04 oleh PT Bina Madya Persada

A. ARTI PENTING STANDARISASI MUTU BUNGA DALAM

     PASAR LELANG

 

              Mempertahankan dan meningkatkan kualitas/mutu bunga sebenarnya sudah harus dimulai sejak tanaman berada di lahan pertanaman. Justru pada fase di lapangan inilah yang paling menentukan terhadap kualitas/mutu bunga. Pemeliharaan yang intensif pada saat-saat fase pertumbuhan, baik pertumbuhan vegetatif maupun menjelang fase generatif merupakan modal dasar untuk dapat memperoleh kualitas bunga segar yang terbaik.

        Pada sistem Lelang Forward,  kondisi tanaman dan kualitas bunga di lahan pertanaman menjadi faktor penentu dalam kelancaran terjadinya transaksi serta merupakan salah satu elemen yang harus di realisasikan pada saat kesepakatan transaksi ditanda-tangani.

         Standarisasi merupakan suatu ukuran tingkat mutu dari suatu produk dengan menggunakan parameter tertentu, yang dapat berupa warna, ukuran, atau volume, bentuk, susunan, ukuran jumlah, kekuatan atau ketahanan, kadar air, estetika serta berbagai kriteria lain yang dapat dijadikan sebagai dasar standard mutu produk, termasuk bunga dan tanaman hias.

             Standarisasi sebagai ukuran tingkat mutu produk memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pemasaran dewasa ini, dimana melalui standarisasi para pembeli/konsumen. Penjual/pedagang, petani/produsen, dan lembaga pemasaran lainnya memiliki persamaan persepsi terhadap suatu ukuran tingkat mutu bunga. Hal ini juga berarti akan terjadi persamaan persepsi terhadap tingkat nilai/harga dari produk bunga itu sendiri. Dengan demikian proses pemasaran akan lebih mudah dan lancar, karena adanya jaminan kualitas yang dapat dipertanggung-jawabkan pada produk bunga tersebut. 

             Standarisasi mutu disatu sisi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk dapat segera diimplementasikan guna mengantisipasi perdagangan bebas. Namun disisi lain, upaya ini menyangkut perubahan prilaku terhadap petani/produsen, pedagang, maupun lembaga pemasaran lainnya yang memerlukan waktu untuk dapat mewujudkannya. Akan tetapi pada saat ini, mau tidak mau atau suka tidak suka standarisasi terhadap kualiatas bunga harus dapat diaplikasikan dalam sistem pemasaran sebab melalui standarisasi juga mampu menjamin terjadinya kepastian harga dari bunga itu sendiri. Oleh karena itu, secara bertahap dan berkesinambungan  perlu adanya sosialisasi kepada para pelaku agribisnis dan para birokrat, sehingga akan dapat tercapai persamaan persepsi dalam penyelengaraan pasar lelang bunga. 

         Dalam sistem pelelangan, termasuk bunga dan tanaman hias ada satu prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu standarisasi mutu. Standarisasi mutu bunga merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan, sebab melalui standarisasi mutu bunga setiap pelaku di pasar lelang akan mempunyai persepsi/penilaian yang sama terhadap tingkat kualitas bunga yang ditawarkan, sehingga tidak menimbulkan bervariasinya mutu bunga yang beredar di wilayah Propinsi DKI Jakarta dan  sekitarnya.      

          Dengan demikian akan tercipta universalitas tingkat kualitas bunga, yang berarti juga akan terwujud suatu tingkat harga yang sama, sehingga pada akhirnya stabilitas harga dan kepastian harga akan selalu terjaga dengan sendirinya.    

        Akan tetapi jika yang terjadi adalah sebaliknya dimana dalam transaksi pada pasar lelang bunga tidak ada standarisasi mutu bunga maka   justru  akan  mengakibatkan  tidak  adanya kepastian harga yang berarti fluktuasi harga akan  terus berlangsung.  Kondisi ini jika dibiarkan terus berlarut-larut maka bukan hal yang tidak mungkin penyelenggaraan pasar lelang tersebut akan dapat berlangsung lama.

         Namun, ada satu hal yang harus diingat dalam penerapan standarisasi mutu/kualitas bunga, mengingat standarisasi mutu produk bunga sampai saat ini  secara nasional belum ada kriteria yang baku. Untuk itu standarisasi mutu yang ada perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan, kemudian secara bertahap disusun parameter-parameter standarisasi bunga secara lokal untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, selanjutnya secara bertahap terus dilakukan revisi hingga merupakan standart nasional dan pada akhirnya kualitas/mutu bunga sesuai dengan standard internasional. 

 

B. KRITERIA BUNGA YANG DAPAT DITRANSAKSIKAN PADA PASAR LELANG

 

                  Dalam pasar lelang secara umum ada beberapa kriteria yang digunakan sebagai dasar dalam standarisasi mutu bunga, yaitu :

1.  Warna bunga

Warna bunga meliputi variasi warna, tingkat kecerahan bunga (chroma),  dan tingkat kesegaran bunga.

      2. Bentuk dan susunan bunga

          Bentuk    dan     bunga    ini   mencakup    spesifikasi    bentuk, kerapatan, kekompakan  serta tata letak dari tiap kuntum bunga pada  tangkai bunga.  

3. Ketahanan bunga (vase life)

    Ketahanan   bunga   ini   menyangkut kemampuan bunga untuk  dapat   bertahan  lama  dengan  tingkat  kesegaran yang relative  tetap mendekati seperti halnya pada saat di panen.

4. Jumlah kuntum dan panjang tangkai bunga

    Jumlah   kuntum   pada    setiap   tangkai    bunga   juga   sering  digunakan   sebagai   parameter   dalam  penentuan standarisasi mutu  bunga.  Semakin   banyak   jumlah  kuntum  bunga dalam setiap  tangkainya,   maka  secara tidak langsung tangkai bunga        yang    ada    juga    semakin    panjang    sehingga    sering kali dikategorikan sebagai bunga yang berkualitas baik.

          Dalam standarisasi mutu bunga, khususnya dalam rangka merealisasikan pasar lelang bunga sebenarnya merupakan syarat utama dalam system pelelangan. Namun, mengingat standard secara nasional belum ada maka yang digunakan adalah standarisasi mutu bunga secara local, khususnya di Pasar Bunga Rawabelong. Untuk itu criteria kualitas bunga yang akan ditransaksikan akan diatur secara tersendiri, bersamaan dengan hasil evaluasi kualitas bunga pada saat terjadi transaksi, sehingga pada akhirnya akan dapat ditentukan standart yang baku untuk kualitas minimal bunga yang apat ditransaksikan    pada   Pasar   Lelang   Bunga   Rawabelong.   Dengan demikian awal akan terjadinya transaksi kualitas standart bunga  diharuskan merupakan prasyarat pada saat pengisian blanko formulir pendaftaran sebagai peserta lelang. Standar kualitas bunga ini secara bertahap terus direvisi sehingga baik petani/produsen dan pedagang telah siap dengan standart yang diinginkan dalam pasar lelang khususnya dan pasar internasional pada umumnya.

 

 

C.  BEBERAPA JENIS BUNGA POTONG YANG TELAH MEMPUNYAI STANDART NASIONAL INDDONESIA

 

  1. Bunga Krisan

 

Standar Nasional Indonesia

 

 

 

SNI 01-4478-1998

SNI 01-4478-1998

 

 

 

 

 

Syarat mutu bunga krisan potong segar

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Jenis Uji

Satuan

Kelas Mutu

 

 

 

 

 

 

 

AA

A

B

C

1

Panjang tangkai minimum

 

 

 

 

 

 

- tipe standart

cm

76

70

61

Asalan

 

-tipe "spray"

 

 

 

 

 

 

* aster

cm

76

70

61

Asalan

 

* kancing

cm

76

70

61

Asalan

 

* santini

cm

60

55

50

Asalan

2

Diameter tangkai bunga

 

 

 

 

 

 

- tipe standar, aster dan

mm

>5

4.1 - 5

3 - 4

Asalan

 

  kancing

 

 

 

 

 

 

- santini

mm

>4

3.5 - 4

3 - 3.5

Asalan

3

Diameter bunga setengah mekar

 

 

 

 

 

 

- tipe standar

mm

>80

71 - 80

60 - 70

Asalan

 

- tipe "spray"

 

 

 

 

Asalan

 

* aster

mm

>40

>40

>40

Asalan

 

* kancing

mm

>35

>35

>35

Asalan

 

* santini

mm

>30

>30

>30

Asalan

4

Jumlah kuntum bunga 1/2 mekar

 

 

 

 

 

 

per tangkai

 

 

 

 

 

 

- tipe "spray"

kuntum

>6

>6

>6

Asalan

5

Kesegaran Bunga

 

Segar

Segar

Segar

Asalan

6

Benda Asing / Kotoran Maksimal

%

3

5

10

>10

7

Keadaan Tangkai Bunga

 

kuat,

kuat,

kuat,

Asalan

 

 

 

 

lurus,

lurus,

lurus,

 

 

 

 

 

tidak

tidak

tidak

 

 

 

 

 

pecah

pecah

pecah

 

8

Keseragaman Kultivar

 

Seragam

Seragam

Seragam

Seragam

 

 

 

 

 

 

 

 

9

Daun pada 2/3 Bagian Tangkai

 

lengkap

lengkap

lengkap

Asalan

 

Bunga

 

dan

dan

dan

 

 

 

 

 

seragam

seragam

seragam

 

10

Penanganan Pasca Panen

 

mutlak

perlu

perlu

Asalan

 

 

 

 

perlu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Badan Standarisasi Nasional - BSN

 

 

 

 

 

 

 

STANDAR MUTU BUNGA KRISAN POTONG SEGAR
VERSI
PT. ALAM INDAH BUNGA NUSANTARA

STANDAR MUTU BUNGA KRISAN POTONG SEGAR

  No

  PARAMETER

TIPE

STANDAR

SPRAY

A

B

A

B

1.  

  Panjang tangkai (cm)  

  75  

  75  

  75  

  75  

2.  

Diameter batang bunga (mm)  

≥6  

3.0-5.9  

≥6  

3.0-5.9  

3.  

Diameter bunga saat dipanen (cm)  

≥6  

3.0-5.9

≥4 

3.0-3.9 

4. 

Kemekaran bunga saat dipanen 

 ≥dua lingkaran terluar mahkota telah mekar ≥75%    

 kurang dari syarat grade A      

≥4 kuntum mekar
≥ 75% disusul 2 bunga mekar 50% atau polen belum pecah

kurang dari syarat grade A    

5.

Jumlah bunga mekar dalam batang (kuntum)    

1      

1    

>6    

 >4    

6.  

Kesegaran bunga      

segar      

  segar    

  segar    

  segar    

    7.    

Keadaan tangkai bunga      

lurus, tidak bengkok  

lurus s.d. bengkok wajar  

lurus, tidak bengkok  

lurus s.d. bengkok wajar  

8.    

 Keseragaman kultivar      

seragam    

seragam    

seragam    

seragam    

9.          

Keadaan daun 1/3 bagian
                        2/3 bagian

bersih 75%
lengkap dan menyebar 

bersih <75%
kurang lengkap    

bersih 75%
lengkap dan menyebar

bersih <75%
kurang lengkap    

  10.          

Hama dan penyakit (benda asing & kotoran)        

  tampak visual bersih (max5%)        

 max 10%        

tampak visual bersih (max5%)      

max 10%        

11.  

Kelenturan  

kurang dari 30°  

kurang dari 30°  

kurang dari 30°  

kurang dari 30°  

12.  

Jumlah dalam kemasan (tangkai)  

10/sesuai pesanan  

10/sesuai pesanan  

10/sesuai pesanan  

10/sesuai pesanan  

13.  

Bentuk rangkaian dalam kemasan  

1-2 lapis  

1-2 lapis  

1 : lapis  

1 : lapis  

14.    

Pembungkus (minimal)    

kertas putih, tiap bunga dibungkus  

kertas putih, tiap bunga dibungkus  

kertas putih    

kertas putih    

15.    

Pengikat    

10 cm dari bawah, rata & mengumpul 

10 cm dari bawah, rata & mengumpul

10 cm dari bawah, rata & mengumpul

10 cm dari bawah, rata & mengumpul  

16.  

Perlakuan pasca panen  

air bersih  

air bersih

air bersih

air bersih

     

QUALITY INSPECTION STUDY :

Dalam menentukan grade, hal yang diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Panjang tangkai
2. Diameter batang bunga
3. Diameter bunga saat dipanen
4. Kemekaran bunga saat dipanen
5. Jumlah bunga mekar dalam batang
6. Kesegaran bunga
7. Keadaan tangkai bunga
8. Keseragaman kultivar
9. Keadaan daun 1/3 bagian
10.Keadaan daun 2/3 bagian
11. Hama dan penyakit
12. Kelenturan
13. Jumlah dalam kemasan
14. Bentuk rangkaian dalam kemasan
15. Pembungkus
16. Pengikat
17. Perlakuan pasca panen


Untuk mengetahui kualitas bunga, dilakukan uji coba vase life bunga krisan potong dengan kriteria yang diamati pada bunga-bunga setelah panen adalah :

A. Tingkat pecahnya benang sari :

0 = Belum pecah
1 = Pecah 0 - 25 % dari lingkar bunga
2. = Pecah 25 - 50 % dari lingkar bunga
3. = Pecah 50 - 70 % dari lingkar bunga
4. = Pecah > 75 % dari lingkar bunga


B. Tingkat Perubahan Warna Bunga

0 = Sesuai deskripsi varietas
1 = Pudar 0 - 25 % dari warna asli
2. = Pudar 25 - 50 % dari warna asli
3. = Pudar 50 - 70 % dari warna asli
4. = Pudar > 75 % dari warna asli


C. Kondisi Bunga

0 = Segar
1 = Layu
2. = Kering 0 - 25 %
3. = Kering 25 - 50 %
4. = Kering 50 - 75 %
5. = Kering > 75 %


D. Tingkat Perubahan Warna Daun

0 = Hijau
1 = Menguning 0 - 25 %
2. = Menguning 25 - 50 %
3. = Menguning 50 - 75 %
4. = Menguning > 75 %


E. Kondisi Daun

0 = Segar
1 = Layu
2. = Kering 0 - 25 %
3. = Kering 25 - 50 %
4. = Kering 50 - 75 %
5. = Kering > 75 %

 

[ back ] [ dibaca 229 x ]