Tanaman hias
daun akhir-akhir ini mulai banyak disukai oleh masyarakat, baik karena
penampilan bentuk yang beraneka ragam, juga corak warna daun yang sangat
bervariasi, mulai dari yang berwarna tunggal (hijau saja), maupun kombinasi
beberapa warna seperti merah-hijau, kuning-hijau, merah-kuning-hijau (puring,
aglonema), warna hijau bintik-bintik putih ( Florida beauty/Dracaena) ataupun
warna zebra. Selain secara morfologis, daya tarik tanaman hias daun dapat
dinikmati sepanjang kehidupannya, kelebihan lainya adalah persyaratan tumbuh
dan pemeliharaanya relatif lebih mudah
bila dibandingkan dengan tanaman hias berbunga.
Sumber daya hayati,
khususnya tanaman hias daun di Indonesia sangat beraneka ragam dan sangat
banyak jumlahnya, hanya saja sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal
ataupun dibudidayakan secara komersial. Keanekaragaman genetic tanaman hias
daun di Indonesia merupakan sumber
plasma nutfah yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dibudidayakan.
Sebagai contoh tanaman Begonia (Begoniaceae) lebih dari 65 % jenis dari seluruh
dunia ada di Indonesia, tanaman paku-pakuan (Fern) di Kalimantan saja memiliki
lebih dari 1000 jenis, Untuk tanaman Palem (Arecaceae), Indonesia merupakan
pusat keanekaragaman palem dunia, diperkirakan ada lebih dari 460 jenis palem
yang termasuk dalam 35 genus yang tersebar ddi seluruh Indonesia. Dari
keseluruhan berbagai macam kekayaan flora yang ada di Indonesia sampai saat ini
diperkirakan baru 2-6 % yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias daun.
Sejak tahun 1998 pemanfaatan tanaman
hias daun untuk dijadikan sebagai daun potong semakin diperhitungkan dalam
pasar florikultura dunia, tercatat pada awal tahun 1998 angka perdagangan
komoditi ini masih menempati nilai 15,1 % jika dibandingkan dengan nilai
perdagangan bunga potong, dan mengalami kenaikan pada tahun 1999 menjadi 16,94
%. Meskipun secara keseluruhan perdagangan daun potong mengalami pasang-surut,
namun pada beberapa tahun terakhir justru mengalami trend kenaikan. Hal ini
lebih banyak disebabkan bahwa daun potong akhir-akhir ini tidak hanya digunakan
sebagai daun pelengkap pendukung rangkaian, akan tetapi secara dominan sudah
digunakan sebagai elemen utama rangkaian. Fenomena ini baik secara langsung
maupun tidak langsung memberikan dampak yang positif terhadap permintaan daun
potong di pasaran, sehingga mengakibatkan nilai perdagangan bunga potong
cenderung mengalami kenaikan.
Dalam kurun waktu beberapa tahun
terakhir khususnya sejak tahun 1999 perdagangan daun potong di forum
internasional terus merangkak mengalami kenaikan,. Nilai perdagangan daun
potong dunia sejak tahun 1999 seperti dilaporkan oleh
WWW.pathfastpublishing.com sebesar 610.430.000 dollar Amerika yang
selanjutnya mengalami kenaikan sekitar 2 % pada tahun 2000 menjadi 622.638.600
dollar Amerika dan terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2002
sebesar 10 % hingga menjadi senilai 684.902.460 dollar Amerika.
Apabila dicermati dari trend kenaikan nilai
perdagangan daun hias/daun potong di pasar internasional tersebut, sebenarnya
peluang Indonesia untuk ikut berkiprah dalam memasok daun hias/daun potong ke
pasar Internasional sangat besar. Sebab selain kekayaan flora yang sangat
potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai daun hias/daun potong, juga sebagian
kondisi iklim yang ada di Indonesia sangat mendukung sebagai habitat untuk
budidaya berbagai macam flora, baik yang berupa tanaman tropis maupun subtropis.
Terlebih bahwa sebenarnya daun hias/daun potong yang beredar di pasar
international mayoritas merupakan
tanaman tropis yang relatif sangat mudah untuk
di budidayakan di Indonesia.
Disamping itu, budidaya tanaman hias yang akan dimanfaatkan
sebagai daun potong, selain tidak memerlukan lahan yang luas juga relatif hanya
membutuhkan biaya yang kecil dalam budidayanya. Sebab dengan sekali tanam saja,
beberapa jenis tanaman hias dapat diambil hasilnya beberapa kali dalam setahun.
Oleh karena itu, daun potong yang mempunyai nilai potensial ekonomis mempunyai
prospek yang cukup baik untuk diusahakan.
Ada beberapa
karakteristik tanaman hias daun yang dapat dimanfaatkan sebagai daun potong
yaitu:
- Daun tahan lama, artinya kondisi daun tetap segar dalam
kurun waktu lama; (silver dollar, florida beauty, anthurium)
-
Mempunyai warna daun
yang menarik, kombinasi warna beranekaragam, dan terlihat
cemerlang. contoh : Aglonema (Donna Carmen, Pride Sumatera), aneka Puring
-
Secara morfologis mempunyai bentuk dan ukuran menarik
( mungil tegak ; Taiwan leaf, Ruscus, mungil menjulur ; hedera helix,
menjari ; Philodendron xanaduk, bergerigi; paku-pakuan, kesan rimbun
; palem kuning, kemuning; )
- Bersifat elastis, mudah dibentuk dan tidak mudah
robek, misal ; hanjuang/andong (Cordylin)
-
Aman untuk digunakan (tidak berduri dan bergetah yang
menyebabkan iritasi kulit)
- Mudah dalam budidaya dan pemeliharaanya.
Pada mulanya
daun potong baru dimanfaatkan oleh para seniman bunga/florist perangkai bunga
hanya digunakan sebagai :
- Rangka dalam rangkaian bunga/ sarana pelengkap
pendukung rangkaian bunga
- Pengisi/filler dalam rangkaian bunga
- Untuk memberikan kesan "menjuntai" dalam rangkaian
bunga
- Menambah kesan estetika rangkaian
Namun seiring dengan berjalannya waktu, pemanfaatan
daun potong semakin bervariasi, diantaranya digunakan sebagai elemen dekorasi
pada pesta pernikahan, seminar ataupun pesta ulang tahun. Bahkan dalam
perkembangannya, para ahli perangkai bunga/florist dalam pengembangan
kreatifitasnya ada kecenderungan untuk menggunakan daun potong sebagai elemen
utama dalam rangkaian, bunga potong justru sebagai elemen pendukung. Eforia ini
lebih didorong dengan semakin banyaknya jenis tanaman hias daun yang
memiliki warna daun bervariasi kombinasi
warnanya (Aglonema), warna-warni (puring), mungil (Taiwan leaf), artistic (
Rumohra, Monstera, Dracaena, Cordylin). Bervariasinya pemanfaatan daun potong,
mendorong meningkatnya permintaan daun
potong di Pasaran, sementara di satu sisi besarnya pasokan daun potong relatif
masih terbatas, sebab belum begitu banyak petani yang mengusahakan tanaman hias
daun yang akan diambil daunnya sebagai daun potong secara khusus. Hal ini
berimplikasi terhadap harga jual daun potong cukup tinggi di Pasaran. Beberapa contoh daun potong yang bernilai ekonomis, dengan harga jual yang cukup menjanjikan, diantaranya adalah ;

New layer...