Ingat Bunga Ingat Rawa Belong

Flash

  • Krisan PT
    Rp. 27500
    Alenda Florist / 09-04-2010
  • Aster PT
    Rp. 25000
    Rizky Florist / 09-04-2010
  • Bunga Papan 3
    Rp. 550000
    New Dahlia Florist / 09-04-2010
  • Bunga Papan 4
    Rp. 60000
    Apple Blossom Florist / 09-04-2010
  • Baby Brad
    Rp. 20000
    Amanda Flora / 09-04-2010
  • Casablanca
    Rp. 13500
    Amanda Flora / 09-04-2010
  • kalla lili
    Rp. 15000
    Andira Rose / 09-04-2010
  • Aster PT
    Rp. 25000
    Fajar Rose / 09-04-2010
  • Casablanca
    Rp. 13500
    Rafafi / 09-04-2010
  • Mawar
    Rp. 15000
    Alam Sari / 09-04-2010

Contact Person


  • Dinas Kelautan Dan Pertanian DKI Jakarta
    drh. Edy Setiarto, MS
    distan.jakarta.go.id
    Kirim Email

  • UPT Pusat Promosi Dan Pemasaran Hasil Pertanian Dan Hasil Hutan
    Ir. M MULYADI
    Jl. Sulaiman No.50
    Kebun Jeruk, JakBar
    Kirim Email

  • Ditjen PPHP Deptan
    Ir. RN. Nurnadiah, MM
    Kirim Email


Hits :

52139

User OnLine :

1

IP Anda :

38.107.191.99

Headline News


[ back ] [ dibaca 434 x ]
PELUANG USAHA DAUN POTONG
2009-11-23 15:17:16 oleh PT Bina Madya Persada

Tanaman hias daun akhir-akhir ini mulai banyak disukai oleh masyarakat, baik karena penampilan bentuk yang beraneka ragam, juga corak warna daun yang sangat bervariasi, mulai dari yang berwarna tunggal (hijau saja), maupun kombinasi beberapa warna seperti merah-hijau, kuning-hijau, merah-kuning-hijau (puring, aglonema), warna hijau bintik-bintik putih ( Florida beauty/Dracaena) ataupun warna zebra. Selain secara morfologis, daya tarik tanaman hias daun dapat dinikmati sepanjang kehidupannya, kelebihan lainya adalah persyaratan tumbuh dan pemeliharaanya relatif lebih mudah   bila dibandingkan dengan tanaman hias berbunga.

 

         Sumber daya hayati, khususnya tanaman hias daun di Indonesia sangat beraneka ragam dan sangat banyak jumlahnya, hanya saja sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal ataupun dibudidayakan secara komersial. Keanekaragaman genetic tanaman hias daun  di Indonesia merupakan sumber plasma nutfah yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dibudidayakan. Sebagai contoh tanaman Begonia (Begoniaceae) lebih dari 65 % jenis dari seluruh dunia ada di Indonesia, tanaman paku-pakuan (Fern) di Kalimantan saja memiliki lebih dari 1000 jenis, Untuk tanaman Palem (Arecaceae), Indonesia merupakan pusat keanekaragaman palem dunia, diperkirakan ada lebih dari 460 jenis palem yang termasuk dalam 35 genus yang tersebar ddi seluruh Indonesia. Dari keseluruhan berbagai macam kekayaan flora yang ada di Indonesia sampai saat ini diperkirakan baru 2-6 % yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias daun.

 

           Sejak tahun 1998 pemanfaatan tanaman hias daun untuk dijadikan sebagai daun potong semakin diperhitungkan dalam pasar florikultura dunia, tercatat pada awal tahun 1998 angka perdagangan komoditi ini masih menempati nilai 15,1 % jika dibandingkan dengan nilai perdagangan bunga potong, dan mengalami kenaikan pada tahun 1999 menjadi 16,94 %. Meskipun secara keseluruhan perdagangan daun potong mengalami pasang-surut, namun pada beberapa tahun terakhir justru mengalami trend kenaikan. Hal ini lebih banyak disebabkan bahwa daun potong akhir-akhir ini tidak hanya digunakan sebagai daun pelengkap pendukung rangkaian, akan tetapi secara dominan sudah digunakan sebagai elemen utama rangkaian. Fenomena ini baik secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak yang positif terhadap permintaan daun potong di pasaran, sehingga mengakibatkan nilai perdagangan bunga potong cenderung mengalami kenaikan.

 

            Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir khususnya sejak tahun 1999 perdagangan daun potong di forum internasional terus merangkak mengalami kenaikan,. Nilai perdagangan daun potong dunia sejak tahun 1999 seperti dilaporkan oleh WWW.pathfastpublishing.com  sebesar 610.430.000 dollar Amerika yang selanjutnya mengalami kenaikan sekitar 2 % pada tahun 2000 menjadi 622.638.600  dollar Amerika dan terus mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2002 sebesar 10 % hingga menjadi senilai 684.902.460 dollar Amerika.

 

             Apabila dicermati dari trend kenaikan nilai perdagangan daun hias/daun potong di pasar internasional tersebut, sebenarnya peluang Indonesia untuk ikut berkiprah dalam memasok daun hias/daun potong ke pasar Internasional sangat besar. Sebab selain kekayaan flora yang sangat potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai daun hias/daun potong, juga sebagian kondisi iklim yang ada di Indonesia sangat mendukung sebagai habitat untuk budidaya berbagai macam flora, baik yang berupa tanaman tropis maupun subtropis. Terlebih bahwa sebenarnya daun hias/daun potong yang beredar di pasar international  mayoritas merupakan tanaman tropis yang relatif sangat mudah untuk   di budidayakan di Indonesia.

 

             Disamping itu,  budidaya tanaman hias yang akan dimanfaatkan sebagai daun potong, selain tidak memerlukan lahan yang luas juga relatif hanya membutuhkan biaya yang kecil dalam budidayanya. Sebab dengan sekali tanam saja, beberapa jenis tanaman hias dapat diambil hasilnya beberapa kali dalam setahun. Oleh karena itu, daun potong yang mempunyai nilai potensial ekonomis mempunyai prospek yang cukup baik untuk diusahakan.


Ada beberapa karakteristik tanaman hias daun yang dapat dimanfaatkan sebagai daun potong yaitu:

  1. Daun tahan lama, artinya kondisi daun tetap segar dalam kurun waktu lama; (silver dollar, florida beauty, anthurium)
  2. Mempunyai warna daun  yang menarik, kombinasi warna beranekaragam, dan terlihat cemerlang. contoh : Aglonema (Donna Carmen, Pride Sumatera), aneka Puring
  3. Secara morfologis mempunyai bentuk dan ukuran menarik ( mungil tegak ; Taiwan leaf, Ruscus, mungil menjulur ; hedera helix, menjari ; Philodendron xanaduk, bergerigi; paku-pakuan, kesan rimbun ;  palem kuning, kemuning; )
  4. Bersifat elastis, mudah dibentuk dan tidak mudah robek, misal ; hanjuang/andong (Cordylin)
  5. Aman untuk digunakan (tidak berduri dan bergetah yang menyebabkan iritasi kulit)
  6. Mudah dalam budidaya dan pemeliharaanya.

Pada mulanya daun potong baru dimanfaatkan oleh para seniman bunga/florist perangkai bunga hanya digunakan sebagai :

  1. Rangka dalam rangkaian bunga/ sarana pelengkap pendukung rangkaian bunga
  2. Pengisi/filler dalam rangkaian bunga
  3. Untuk memberikan kesan "menjuntai" dalam rangkaian bunga
  4. Menambah kesan estetika rangkaian

Namun seiring dengan berjalannya waktu, pemanfaatan daun potong semakin bervariasi, diantaranya digunakan sebagai elemen dekorasi pada pesta pernikahan, seminar ataupun pesta ulang tahun. Bahkan dalam perkembangannya, para ahli perangkai bunga/florist dalam pengembangan kreatifitasnya ada kecenderungan untuk menggunakan daun potong sebagai elemen utama dalam rangkaian, bunga potong justru sebagai elemen pendukung. Eforia ini lebih didorong dengan semakin banyaknya jenis tanaman hias daun yang memiliki  warna daun bervariasi kombinasi warnanya (Aglonema), warna-warni (puring), mungil (Taiwan leaf), artistic ( Rumohra, Monstera, Dracaena, Cordylin). Bervariasinya pemanfaatan daun potong, mendorong meningkatnya  permintaan daun potong di Pasaran, sementara di satu sisi besarnya pasokan daun potong relatif masih terbatas, sebab belum begitu banyak petani yang mengusahakan tanaman hias daun yang akan diambil daunnya sebagai daun potong secara khusus. Hal ini berimplikasi terhadap harga jual daun potong cukup tinggi di Pasaran. Beberapa contoh daun potong yang bernilai ekonomis, dengan harga jual yang cukup menjanjikan, diantaranya adalah ;

ANTHERIUM 2.jpg    asparagus.jpg

 

New layer...
[ back ] [ dibaca 434 x ]