Headline News
Bunga /tanaman hias merupakan salah satu komoditas florikultura yang mempunyai prospek agribisnis yang cukup cerah dan memiliki peluang ekspor yang tinggi . Permintaan bunga /tanaman hias cinderung meningkat setiap tahunnya . Meningkatnya kebutuhan akan bunga potong/tanaman hias memacu Pemda DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Kelautan dan Pertanian berupaya untuk meningkatkan pemasaranya melalui peningkatan promosi dan publikasi khususnya di UPT Pusat Promosi dan Pemasaran Hasil Pertanian dan Hasil Hutan atau yang lebih dikenal dengan Rawabelong. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa pemenuhan kebutuhan bunga/tanaman hias di Wilayah DKI dan sekitarnya di pasok melalui pasar bunga Rawabelong
Mencermati bahwa pemasaran bunga /tanaman hias mulai tumbuh dan berkembang khususnya di Rawabelong serta memperhatikan bahwa pusat perdagangan ini memiliki potensi untuk diperkenalkan dan dikembangkan sebagai Pusat bisnis bunga/tanaman hias dan sekaligus sebagai salah satu obyek wisata agro, maka Pusat Promosi dan Pemasaran hasil Pertanian dan Hasil Hutan Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Festival Bunga 2009 sebagai salah satu upaya promosi dan publikasi untuk mengangkat potensi kekayaan florikultura Indonesia.
Kegiatan Festival Bunga 2009 merupakan suatu bentuk upaya
nyata dan berkesinambungan dalam upaya meningkatkan eksestensi Pusat Promosi
dan Pemasarn Hasil Pertanian dan Hasil Hutan
sebagai sentra pemasaran bunga/tanaman hias sekaligus sebagai obyek
wisata agro di wilayah DKI Jakarta guna mendukung Jakarta sebagai kota jasa (Servis city) dan sekaligus sebagai pusat
bisnis.
Salah satu bentuk kegiatan dalam Festival Bunga 2009
tersebut adalah pembuatan Replika miniatur Tugu Monumen Nasional (Monas) dengan
menggunakan bahan berupa rangkaian/roncean bunga melati pada badan bangunan dan
bunga cempaka pada bagian kepala monument nasional. Sementara itu bagian
pendukung disekitar replika tugu monumen nasional dibuat dekorasi taman sesuai
dengan kondisi aslinya, hanya saja digunakan tanaman berbunga berupa aneka
rangkaian bunga, dan beberapa tanaman hias berbunga diantaranya adalah bunga krisan, mawar, anggrek, aster, gerbera, sedap malem dan jenis
bunga lainya.
Penyelenggaraan Festival Bunga 2009 dilaksanakan dari tanggal 18 s.d. 23 Nopember 2009
- Pembuatan replika miniatur Tugu Monumen Nasional (Monas) setinggi 6,6 m meter dan lebar 4,2 m yang tersusun atas roncean melati dan bunga cempaka
- Penyelenggarakan kegiatan pameran, lomba dan kursus/peragaan dalam mengisi kegiatan festival
Digunakan bunga melati (Jasminum sambac) dan bunga cempaka /kantil (Michelia champaca) sebagai bunga asli di Indonesia yang mempunyai beberapa manfaat yg cukup penting bagi kehidupan manusia, hanya saja potensi secara ekonomis dari bunga ini belum digali secara maksimal. Oleh karena itu, dengan dibuatnya Replika tugu Monumen Nasional dari bunga melati dan cempaka ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya
Pasca penyelenggaraan festival bunga 2009 ternyata memberikan pengaruh yang signifikant terhadap permintaan, nilai transaksi dan harga bunga potong, daun potong dan tanaman hias di Pusat promosi dan pemasaran Hasil pertanian dan Hasil Hutan atau yang sudah dikenal dengan pasar bunga rawa belong. Sebagai kalau sebelum penyelenggaraan festival bunga 2009 harga melati per kantong awal Nopember hanya Rp. 7500,- maka setelah penyelenggaraan pada awal bulan desember 2009 menngalami kenaikan harga menjadi Rp. 12.500,- per kantong. Terjadinya kenaikan harga ini lebih disebabkan karena meningkatnya permintaan akan kuntum melati, sementara pasokan dari daerah sentra produksi bunga melati (Tegal, Pemalang, Slawi dan Batang) relatif tetap, kondisi ini berpengaruh secara nyata terhadap harga bunga melati per kantongnya.
Pengaruh meningkatnya permintaan, nilai transaksi dan kenaikan harga bunga di pasar bunga rawa belong pasca Festival bunga 2009 tidak hanya berpengaruh pada bunga melati saja, akan tetapi hampir keseluruhan komoditas bunga potong, daun potong dan sarana penunjang hampir rata-rata mengalami kenaikan sebesar 80 % dari harga sebelum penyelenggaraan festival bunga 2009. Fenomena ini memberikan angin segar bagi para pedagang bunga dan tanaman hias di Pasar bunga rawa belong, karena rata-rata mengalami kenaikan tingkat pendapatan rata-rata 50 % pada hari-hari sebelumnya.

Melalui promosi dan publikasi dengan membuat karya monumental, ternyata secara nyata memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat penjualan berbagai produk termasuk produk florikultura, khususnya bunga dn tanaman hias. Dengan melihat manfaat penyelenggaraan festival bunga, ini maka kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan setiap tahun sehingga paling tidak akan mampu menarik para konsumen ataupun para turis domestik ataupun wisatawan manca negara. Dengan demikian paling tidak dalam jangka panjang kegiatan acara semacam ini dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang dapat diandalkan dan sekaligus mampu meningkatkan pamor nilai ekonomis dari berbagai komoditas florikultura baik bunga potong, daun potong maupun tanaman hias.



